Bisnis Internet

10 09 2009

Kalau kita sering cari iklan di internet pasti sering muncul iklan yang isinya kurang lebih begini “Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Harinya Tanpa Kerja, Cukup dengan Modal Rp.175.00″..Emang duit nenek moyang lho apa yang dibagi-bagi.Mana adalah gak kerja kok dapet duit.Lihat deh nama situsnya..Pasti beda-beda.Tapi isinya sama persis.

Awalnya Aq pun tertarik dan jujur hampir saya transfer.Tapi setelah aq pikir-pikir, kok yang testimony orang2 itu aja.Gak ada yang lain.Yang pasang iklan ribuan orang tapi yang testimony paling cuma 5 orang.Artinya kemungkinan berhasilnya 1 : 5.000.000 kali. Bisa ngitung kan..Tuhan itu adil bro..Siapa yang kerja y dia yang dapat uang.Masa anda yang kerja saya yang dapet uang.

Ini sudah berbau penipuan.Aq sarankan jangan gampang tertipu dengan iming-iming yang menjanjikan.Kalau emang mau cepet dapet duit jutaan rupiah setiap harinya ada cara yang lebih masuk akal. Kamu mesti punya produk yang bisa dijual. Kurang lebih untung penjualannya sekitar Rp.2.000 per produk.Nah Dalam satu hari kamu mesti bisa jual 1000 produk.
Kita hitung y..
Rp 2.000 x 1.000 =Rp.2.000.000 / per hari
Kalau sebulan berarti kamu punya income Rp 2.000.000 x 30 hari = Rp 60.000.000 / bulan
Lebih Masuk akal kan…???

Tapi pertanyaannya bisa gak seh kita ngejual 1000 produk per hari.Bisa kok…Caranya banyak2 baca buku dan dipraktekan. Aq referensiin judul buku yang bagus. Judulnya Sales Magic karangan Tung Desem Waringin. Tapi bukunya mahal banget. Kalau gak kamu ikutin seminar-seminar pengembangan diri seperti The Secret Of Super Life di sana akan dikupas metode yang digunakan orang kaya dala mencari uang yang belum pernah kita temui. Kalau mau ringkasan buku tung desem waringin atau tulisan singkat tentang the secret of super life kamu bisa kirim ke email aq.ntar aku kasihin gratis ringkasannya.

Memang benar kalau lewat bisnis internet kita bisa jadi jutawan. Tapi gak segampang yang kita kira. Kalau memang gampang. Gak ada lagi bro orang miskin. Semua butuh perjuangan. Kalau mau berbisnis internet, kita mesti banyak bekerja. Rajin-rajin nulis artikel, bantu jual produk orang. Bukan cuma duduk dan tidur-tiduran duit ngalir.
Ada lagi malah yang lebih para ngomongnya .”5 menit hasilkan 36 juta tanpa kerja”.Buset deh..berarti kalau satu jam berapa penghasilannya.Kalikan satu hari kalikan sebulan.Bisa buat beli kapal pesiar tu. Kamu boleh iris telinga saya kalau itu memang berhasil. Itu kebohongan publik..Dosa hukumnya. Masih kenal agama gak?

Udah deh gak usah percaya sama hal yang gituan. Nipu semua itu. Kalau memang mau coba..cari yang gratisan aja. Jadi kalaupun bohong kita gak rugi karena gratis. Aq pun punya link bisnis internet yang lumayan menggiurkan. Tapi belum terbukti karena belum sampe minimum batas transfer. Silahkan klik banner di bawah ini

Link2Communion.com

Tapi mesti punya rekening di Liberti reserve, klik di sini untuk membuka rekening liberty reserve. trus kalau mau nuker dolarnya bisa ditukar dipenukaran mata uang elektronik.klik banner di bawah ini untuk mendaftar dan menukarkannya


Nah kalian gak bakal keluar sepeserpun..Tapi inget sebarin juga berita ini ke temen-temen kamu. Biar Gak banyak lagi korban yang berjatuhan. Kalau gratis walaupun kalian ketipu, kalian gak rugi..Oh y..kalau sudah ada yang ditransfer bilang ke aku y..





SEBUAH KESALAHAN DI BANGKU KULIAH

8 09 2009

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

<

WARNING
Bagi anda yang merasa jadi mahasiswa yang pintar saya sarankan tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini.

Masih teringat dengan jelas ketika saya diterima menjadi salah satu mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di Sumatera Selatan. Ketika itu hari pertama saya dan rekan-rekan mahasiwa yang lain di sambut di rektorat oleh Rektor, Dekan, Dosen Pengajar, dan Mahasiswa yang lain. Selama hampir 2 jam lebih kami mendapatkan ceramah yang sangat membosankan. Tapi dari sekian lama ceramah tersebut ada salah satu informasi yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan. Dikatakan bahwa ilmu yang akan kami dapatkan dari bangku kuliah hanya sekitar 25%, sedangkan sisahnya kami harus mencari sendiri.

Sempat bingung waktu itu karena kami baru menyandang predikat mahasiswa dan belum tahu seperti apa cara belajar di perguruan tinggi. Setelah beberapa minggu saya menjalankan kuliah saya baru tahu bagaimana cara belajar di perguruan tinggi. Waktupun berlalu, sayapun tumbuh menjadi mahasiswa yang sedang mencari jati diri. Semua mata kuliah wajib saya ikuti dan syukur alhamdulillah indeks prestasi saya tidak begitu buruk. Namun saya kembali teringat kalau 75% dari ilmu diperguruan tinggi harus saya cari sendiri. Akhirnya saya berfikir, darimana sisahnya harus saya cari.

Sayapun sering mendapat wejangan dari ayah saya, dia mengatakan jadi mahasiswa itu jangan Cuma belajar dan pulang kekostan. Oh…ternyata inilah mungkin maksudnya. Saya diarahkan untuk mengembangkan diri dengan mengikuti beberapa organisasi baik intern maupun ekstern. Pilihan saya jatuh pada organisasi ekstern terlebih dahulu. Alangkah terkejutnya saya ketika mengikuti basic traning sebuah organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Betapa sungguh berbeda pola pikir mereka. Dan setelah keluar dari basic traning tersebut sayapun mulai menjadi mahasiswa yang kritis dan membahas suatu masalah secara radikal. Sayapun mulai berani berbicara di depan umum. Sungguh luar biasa hasil yang saya dapatkan.

Akan tetapi suatu perbedaan mencolok antara saya dan rekan-rekan saya mulai terjadi. Mulai dari pola pikir, gaya bicara, dsb. Dulu awalnya saya ingin menjadi mahasiswa yang cepat tamat kulaih. Tapi saya berfikir untuk apa saya cepat tamat kuliah kalau ilmu yang saya dapatkan hanya 25%, artinya saya Cuma sarjana 25% kan. Namun saya sangat heran ketika rekan-rekan saya tidak menyadari hal ini. Yang mereka pikirkan hanya belajar, belajar, dan belajar. Itupun ujian kadang masih nyontek. Lalu saya berfikir siapa yang salah ? Ternyata setelah saya amati kesalahannya ada pada sistem.

Begini…Sistem belajar diperguruan tinggi membuat mahasiswa hanya belajar secara teori dan secara ideal. Artinya ketika faktor X terjadi banyak mahasiswa yang tidak tahu bagaimana mengatasinya. Ini disebabkan karena mereka sulit mengembangkan daya pikir mereka. Maklum sajalah setiap hari hanya dijejali dengan teori-teori. Sehingga ketika belajar banyaklah ngayalnya. La wong Cuma teori. Sedangkan fakta di lapangan teori-teori tersebut seringkali tidak sesuai. Harusnya kalau mereka kreatif mereka mampu mengatasi masalah tersebut. Akan tetapi jalan menuju mereka untuk kreatif sebut saja berorganisasi tidak pernah diarahkan. Maka jangan heran kalau kualitas sarjananya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Baru mau ada niat berorganisasi tapi Pak Dosen sudah mengeluarkan peringatan. Awas jangan sampai organisasi malah mengganggu kuliah. Pak Dosen gak sadar kalau pringatan ini dampaknya buruk sekali. Ketakutan mereka bisa menjadi kenyataan. Pelajari teori the secret of super life. Harusnya biarkan mereka bebas berorganisasi, malah saya setuju kalau ada mata kuliah yang menganjurkan kita untuk berorganisasi. Yakinlah kalau tidak ada organisasi yang menganjurkan kita untuk jadi mahasiswa abadi, malah di sana kita akan belajar memanagement waktu, keuangan, membuat program kerja, bekerjasama dengan team, dan itu langsung diimplementasikan sehingga ketika terjadi trouble mereka bisa belajar menganilisis dan memecahkannya bukan hanya berdasarkan teori tapi juga pengalaman. Dan inilah yang dibutuhkan ketika mereka sudah terjun ke masyarakat.

Mungkin tidak jarang seorang sarjana tidak mampu berbicara di depan umum. Padahal komunikasi sangat penting sekali. Orang akan menghargai kita kalau kita mampu berdiplomasi dengan baik, dan tidak jarang orang lebih gampang dapat pekerjaan karena cara diplomasi mereka yang baik sekali. Anda tahu di mana anda bisa belajar berdiplomasi, belajarlah di organisasi.

Ada sebuah pertanyaan yang harus Anda renungkan. Apakah dengan cara belajar, belajar, dan belajar dan mengharuskan anda cepat tamat kuliah bisa menjamin kesuksesan kita ? Saya rasa tidak, justru banyak orang yang tamat kuliahnya lama malah lebih sukses. Apa anda berpikir itu nasib, jawabannya bukan ! Itu sebuah pengorbanan. Namun bukan berarti anda harus tamat kuliah yang lama dan males-malesan.

Lantas kenapa mereka butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan masa studynya. Sebagian besar bilang ada yang mereka cari. Lalu apa yang mereka cari ? Bisa jadi ilmu, pengalaman kerja, uang, ketrampilan, ada juga yang bilang calon istri, ataupun relasi yang mereka anggap bisa membantu mereka ketika tamat nanti. Orang-orang yang seperti inilah yang berpeluang besar untuk sukses. Mereka orang yang cerdas bukan orang yang pintar. Anda masih ingat salah satu kalimat dalam UUD 1945 yang berbunyi ” Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanan ……..” bukan Mempintarkan kehidupan bangsa kan ? Negara ini butuh orang-orang yang cerdas bukan orang-orang yang pintar. Bagaimana menurut anda …???

Dari uraian singkatsaya di atas saya ambil kesimpulan bahwa sistem pendidikan di perguruan tinggi masih harus dibenahi. Kalau memang ingin menghasilkan sarjana yang sesuai dengan harapan maka anjurkan mahasiswa untuk mencari 75% sisa ilmu yang harus mereka cari mulai dengan cara organisasi, bedah buku, seminar, pelatihan, dsb. Bukan hanya belajar. Masih banyak yang harus mereka cari. Dan jangan lupa tolong difasilitasi dan dipermudah untuk mendapatkannya. Semoga tulisan ini bisa menyadarkan mahasiswa yang sok pintar dan dosen yang Cuma nyuruh belajar dan belajar..








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.